Profil Desa
PROFIL DESA
SINDANGKERTA
2.1. Kondisi Desa
2.1.1. Sejarah Desa
Desa Sindangkerta berdiri di perkirakan pada tahun 1211. Hal ini berdasarkan sumber cerita Nyi Endang Ampi. Karena tidak adanya catatan sejarah yang tercatat baik di desa maupun kabupaten mengenai kapan dan siapa yang mendirikan desa ini belum ada narasumber yang jelas. Menurut cerita dari masyarakat yang konon katanya desa Sindangkerta itu orang yang pertama kali adalah Nyi Endang Ampi yaitu seorang perempuan senopati dari mataram pada masa Sultan Agung Tirtayasa. Beliau datang di tempat ini sebagai seorang pekebun. Beliau adalah utusan dari Mataram untuk memperluas wilayahnya, setelah tempat itu dirasa aman tentram Nyi Endang Ampi mengirimkan surat melalui teliksandinya untuk mengabarkan keberhasilannya Nyi Endang Ampi. Setelah menunggu, yang datang dari Mataram adalah senopati Sumer dan masyarakat menyebutnya Buyut Sumer, dikala desa ini sudah sangat ramai, sebagai tempat persinggahan. Karena Nyi Endang Ampi suka dan selalu menerima untuk para pendatang, maka masyarakat menamai Buyut Endang Ampi dan tempat inipun dimana di desa Sindangkerta itupun oleh para pengunjung yang datang untuk mampir ditempat tersebut.
Batas desa Sindangkerta ini sempit atau kecil karena yang datang awal adalah seorang perempuan. Saat itu Nyi Endang Ampi membuka lahan dengan cara membakar hutan semak belukar dengan bukan memotong atau menebang pohon dengan hasil semak belukar yang terbakar jadi merupakan batas wilayah desa Sindangkerta.
Tabel Daftar Nama Kepala Desa Sindangkerta
|
No.
No |
Nama Kepala Desa |
Periode |
Keterangan |
|
1 |
Nyi Endang Ampi |
( - ) |
|
|
2 |
Senopati Sumer |
( - ) - ) |
|
|
3 |
Sajam |
( - ) |
Tidak jelas masa periodenya |
|
4 |
Sumi |
( - ) |
Tidak jelas masa periodenya |
|
5 |
Maun |
36 Tahun |
|
|
6 |
Ramun |
16 Tahun |
|
|
7 |
Amad |
( 1965 – 1980 ) |
|
|
8 |
Mohammad Iyas |
( 1981 -1989 ) |
|
|
9 |
Mashudi |
( 1990 – 1997 ) |
|
|
10 |
Sukarya |
( 1998 – 2005 ) |
Meninggal Dunia |
|
11 |
Antoni |
( 2005 – 2006 ) |
Pengaganti Sukarya Sukar |
|
12 |
Junedi |
( 2007 – 2014 ) |
|
|
13 |
Khaerudin |
( 2015 – 2021 ) |
|
|
14 |
Mohammad Ali,SH |
(2021) |
Pj Kuwu Sindangkerta |
|
15W |
Warsan |
(2021 – 2027) |
Kuwu Sekarang |
Adapun pembangunan yang sudah tercapai meliputi bidang-bidang sebagai berikut :
- Bidang Pertanian sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat desa, pemerintahan desa beserta masyarakat berusaha semaksimal mungkin mengembangkan berbagai cara untuk memaksimalkan hasil produksi pertanian. Dengan salah satunya membangun saluran irigasi, memberikan penyuluhan-penyuluhan pertanian, penyediaan Saprotan, Bibit unggul, Obat-obatan, dsb.
- Bidang Keagamaan. Dengan meningkatkan sarana keagamaan yaitu membangun Masjid, Mushola dan MDA ataupun merenovasi sarana peribadatan keagamaan.
- Bidang Budaya. Dengan harapan semua warga bisa menjaga dan melestarikan budaya yang ada, pemerintahan Desa Sindangkerta mengadakan Ritual Sedekah Bumi,Munjung, Baritan yang dilakukan oleh masyarakat dalam setiap momen tertentu.
- Bidang Keamanan dengan terbentuknya wadah Pertahanan Sipil (Hansip) dan mendirikan pos-pos keamanan serta siskamling di setiap dusun.
- Bidang Pendidikan. Memperbanyak dan memperluas sarana pendidikan baik sarana formal maupun informal. Juga meringankan kebutuhan pendidikan untuk masyarakat kurang mampu.
- Bidang Lingkungan Hidup. Bersama warga berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan social diantaranya dengan melakukan rehab rumah keluarga miskin, menjaga kebersihan lingkungan pemukiman, melakukan penghijauan tanaman oleh masyarakat yang mempunyai lahan, dan mempermudah pelayanan warga yang membutuhkan.
- Bidang Ekonomi. Berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.
- Bidang Kesehatan. Berbagai upaya dilakukan pemerintahan desa untuk menanggulangi bibit penyakit, dengan dilakukannya posyandu, penyemprotan bibit-bibit penyakit, mendirikan polindes, dsb.
2.1.2. KONDISI GEOGRAFIS
Aspek hidrologi suatu wilayah sangat diperlukan untuk pengendalian dan penataan air suatu wilayah. Berdasarkan hidrologinya aliran air di wilayah Desa Sindangkerta membentuk dan membutuhkan saluran-saluran irigasi baik untuk kebutuhan pertanian maupun kebutuhan hidup sehari-hari. Tercatat beberapa sungai baik skala kecil maupun yang berupa solokan yang melintas di Desa Sindangkerta.
Disamping itu masyarakat desa Sindangkerta bisa juga menggunakan sumber mata air dari perut bumi untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selama setahun terjadi dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau setelah dilakukan panen padi para petani memanfaatkan lahan pertanian dengan tanaman palawija, sedangkan pada musim penghujan yang biasanya dimulai pada bulan Desember petani bisa memanfaatkan lahan pertaniannya dengan tanaman padi.
Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Sindangkerta bisa digunakan secara produktif, hanya sedikit saja wilayah pertanian yang tidak dipergunakan untuk produksi pertanian.
Desa Sindangkerta berada diwilayah administrasi Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu berpenduduk 2709 jiwa dan luas ± 173,316 ha, yang terdiri dari 2 Dusun, 2 Rukun Warga (RW) dan 10 Rukun Tetangga (RT). Ketinggian dari permukaan laut 0-3 Mdl, Banyaknya curah hujan 25 mm/tahun, Tofografi dataran rendah dan suhu udara rata-rata 28 derajat celcius.
Batas wilayah administrasi, Desa Sindangkerta berbatasan dengan :
Sebelah Utara : Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener dan Desa Arahan Kecamatan Arahan
Sebelah Barat : Desa Sukasari Kecamatan Arahan
Sebelah Selatan : Desa Pamayahan Kecamatan Lohbener
Sebalah Timur : Desa Lobener Kecamatan Jatibarang
Kondisi geografis dilihat dari Jarak Pusat Pemerintahan Desa adalah :
- Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 4 Km
- Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten : 8 Km
- Jarak dari Pusat Ibukota Provinsi : 200 Km
- Jarak dari Pusat Pemerintah Kota Negara : 200 Km
- Kependudukan
- Jumlah Penduduk
Berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk tahun 2024, tercatat sebanyak 2.905 jiwa. Dengan jumlah Kepala Keluarga 860 KK. Sebagai mana bisa dilihat dari table berikut :
|
Jumlah Penduduk Laki-laki |
1.489 |
Orang |
|
Jumlah Penduduk Perempuan |
1.416 |
Orang |
|
Jumlah Kepala Keluarga |
860 |
Kepala Keluarga |
Dari table tersebut di atas, disebutkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari jumlah penduduk laki-laki. Komposisi persentase adalah penduduk laki-laki sebanyak 49,94% dan penduduk perempuan sebanyak 50,06%
- Jumlah Penduduk berdasarkan Agama dan Kepercayaan
Jumlah Penduduk menurut Agama dan kepercayaan :
- Islam : 905 Orang
- Kristen : - Orang
- Protestan : - Orang
- Hindu : - Orang
- Budha : - Orang
- Penganut Kepercayaan : - Orang
Dari data tersebut di atas dikatakan bahwa penduduk Desa Sindangkerta tidak ada yang menganut / agama lain selain agama Islam atau 100% Agama Islam.
- Jumlah Penduduk berdasarkan Mata Pencahrian
Secara umum mata pencaharian warga masyarakat Desa Sindangkerta dapat teridentifikasi kedalam beberapa bidang mata pencaharian, seperti petani, buruh tani, PNS/TNI/POLRI, karyawan swasta, pedagang, buruh bangunan/tukang, peternak.
Jumlah penduduk berdasarkan mata pencaharian adalah :
- Petani : 230 Orang
- Buruh/Tani : 123 Orang
- Buruh/Swasta : 56 Orang
- PNS : 108 Orang
- Pedagang : 325 Orang
- Peternak : 65 Orang
- Montir : 10 Orang
- Tenaga pengrajin : 25 Orang
- Tambang : 100 Orang
Berdasarkan tabulasi data tersebut dapat dijelaskan, di Desa Sindangkerta jumlah penduduk yang mempunyai mata pencaharian ada 38,59 %. Pedagang dengan 31,2% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 12% dari total jumlah penduduk
Terbanyak kedua adalah kehidupannya bergantung di sektor pertanian, yaitu ada sekitar 8,50 % dari total jumlah penduduk. Jumlah ini terdiri dari buruh tani terbanyak, dengan 11,80% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 4,54% dari jumlah total penduduk. Petani dengan 22,02% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 8,50% dari total jumlah penduduk. Sedangkan swasta sebesar 5,4% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 2,1 % dari total jumlah penduduk.
. Urutan yang kelima adalah tambang dengan 9,60% dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau 3,7% dari total jumlah penduduk.
Selain sektor mata pencaharian yang diusahakan sendiri, Penduduk Desa Sindangkerta ada yang bekerja sebagai aparatur pemerintahan, baik di kalangan sipil maupun militer, selain itu ada yang bekerja sebagai montir dan kerajinan / industri rumah tangga.
Dengan demikian dari data tersebut menunjukkan bahwa warga masyarakat di Desa Sindangkerta memiliki alternative pekerjaan selain sector buruh tani dan petani. Setidaknya karena kondisi lahan pertanian mereka sangat tergantung dengan air irigasi. Disisi lain, air irigasi yang ada tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan lahan pertanian di Desa Sindangkerta secara keseluruhan terutama ketika musim kemarau. Sehingga merekapun dituntut untuk mencari alternative pekerjaan lain.
- Jumlah Penduduk berdasarkan Pendidikan
Pendidikan adalah merupakan suatu hal penting dalam memajukan tingkat kesejahteraan pada umumnya dan tingkat perekonomian pada khususnya. Dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mendongkrak tingkat kecakapan. Tingkat kecakapan akan mendorong tumbuhnya keterampilan kewirausahaan. Pada gilirannya mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru dan dengan sendirinya akan membantu program pemerintah untuk pembukaan lapangan kerja baru guna mengatasi penggangguran. Pendidikan biasanya akan dapat mempertajam sistemaka pikir atau pola pikir individu, selain itu mudah menerima informasi yang lebih maju.
Dibawah ini tabel yang menunjukkan tingkat rata-rata pendidikan warga Desa Sindangkerta :
|
No. |
Keterangan |
Jumlah |
Persentase dari total Jumlah penduduk |
|
1. |
Tamat SD |
529 |
19,54% |
|
2. |
Tamat SLTP |
396 |
14,60 % |
|
3. |
Tamat SLTA |
486 |
17,98 % |
|
4. |
Tamat Universitas/Akademi |
128 |
4,74 % |
|
Jumlah |
1539 |
56,86 % |
|
Berdasarkan data kualitatif yang diperoleh menunjukkan bahwa di Sindangkerta kebanyakan penduduk hanya memiliki bekal pendidikan formal pada level pendidikan SD sebanyak 319,54%, pendidikan SLTP sebenyak 14,60 % dan SLTA sebanyak 17,98 %. Sementara yang dapat menikmati pendidikan di Peguruan Tinggi hanya sebesar 4,74%.
- Jumlah Penduduk berdasarkan Ketenagakerjaan
Dampak dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, keterbatasan lapangan kerja dan pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat dirasakan dengan semakin banyaknya tingkat pengangguran di Desa. Keadaan ini makin dipersulit dengan melonjaknya harga BBM dan harga kebutuhan pokok.
Tabel Ketenaga Kerjaan
|
Tenaga Kerja |
Laki – laki |
Perempuan |
||
|
Penduduk usia 20-54 th |
594 |
orang |
539 |
Orang |
|
Penduduk usia 20-54 th yang bekerja |
358 |
orang |
326 |
Orang |
|
Penduduk usia 20-54 th yang tidak bekerja |
17 |
orang |
12 |
Orang |
|
Penduduk usia 0-4 th |
171 |
orang |
166 |
Orang |
|
Penduduk yang masih sekolah |
209 |
orang |
228 |
Orang |
|
Penduduk usia 55 th ke atas |
192 |
orang |
366 |
Orang |
|
Angkatan kerja |
134 |
orang |
102 |
Orang |
2.1.4 Dinamika Politik Desa
Seiring dengan perubahan dinamika politik dan system politik di Indonesia yang lebih demokratis, memberikan pengaruh kepada masyarakat untuk menerapkan suatu mekanisme politik yang dipandang lebih demokratis.
Dalam dinamika politik, memang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Jabatan Kuwu sejak lama ditentukan dengan cara dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa Sindangkerta. Kuwu dipilih berdasarkan etos kerja, kejujuran serta kedekatan dengan warga sekitar. Seorang Kuwu bisa diganti sebelum masa jabatannya habis, jika seorang Kuwu melakukan hal-hal yang melanggar peraturan maupun norma-norma yang berlaku. Kuwu juga bisa digantikan jika berhalangan tetap.
Saat ini, siapa saja yang merasa mampu meskipun dari latar belakang apapun asal berani mencalonkan diri, bisa menjadi calon Kuwu asal memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dalam perundangan yang berlaku. Pilihan jabatan Kuwu yang terakhir dilaksanakan pada bulan 10 Desember 2014. Pada pilihan Kepala Desa saat itu tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi. Tercatat jumlah hak pilih sebanyak 1.800 pemilih, dari jumlah itu sebanyak 1.633 orang menggunakan hak pilihnya. Terdapat tiga orang calon Kuwu yang mengikuti pemilihan Kepala Desa. Pilihan Kepala Desa bagi warga masyarakat desa Sindangkerta bagaikan acara perayaan desa.
Pasca semua pemilihan situasi kembali berjalan normal, masyarakat tidak terus menerus bersekat-sekat dalam kelompok-kelompok pilihannya. Hal ini terbukti kehidupan tolong menolong maupun gotong royong tetap berjalan dengan baik.
Pola kepemimpinan penduduk di wilayah Desa Sindangkerta dalam pengambilan keputusan berada di tangan Kuwu. Namun semua dilakukan dengan mekanisme yang melibatkan pertimbangan dari masyarakat. Keterwakilan masyarakat ditingkat desa, diwadahi BPD. Badan Permusyawaratn Desa (BPD) merupakn lembaga ditingkat desa. BPD berfungsi sebagai badan perwakilan warga masyarakat Desa yang bertugas mirip dengan legislative. Kebjakan-kebijakan pemerintahan desa harus mendapat persetujuan dari BPD. Dengan demikian terlihat bahwa pola kepemimpinan di wilayah Desa Sindangkerta mengedapankan pola kepemimpinan yang demokratis.
Berdasarkan deskripsi dari fakta-fakta diatas, dapat disimpulkan bahwa Desa Sindangkerta mempunyai dinamika politik local yang bagus. Hal ini terlihat baik dari segi pola kepemimpinan, mekanisme pemilihan kepemimpinan, sampai dengan partisipasi masyarakat dalam menerapkan system politik demokratis kedalam politik lokal.
2.1.5. Sosial Budaya
Prerspektif budaya masyarakat di Desa Sindangkerta masih sangat kental dengan budaya jawa. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Indramayu masih kuat terpengaruh dengan budaya jawa.
Dari latar belakang budaya, kita bisa melihat aspek budaya dan social yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Di dalam hubungannya dengan agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankannya sangat kental dengan tradisi budaya jawa.
Tradisi budaya jawa sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum agama islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama Islam karena dianut masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan Tahun baru Hijriyah, sejak zaman Sultan Agung menciptakan kalender Islam/jawa. Tahun Baru Hijriyah dimaknai sebagai tahun baru Suro atau yang dikenal Suroan. Nama ini diambil dari bulan Asyuro dalam kalender Hijriyah/Islam. Dalam memperingatinya pun bercampur antara doa-doa agama Islam dan laku-laku yang biasa yang dijalankan tradisi masyarakat Jawa.
Secara individual di dalam keluarga masyarakat Desa Sindangkerta, tradisi jawa lama dipadu dengan agama terutama Islam, juga masih tetap dipegang. Tradisi dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan, tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur dilakukan dengan mengundang tetangga dan kenalan yang disebut Selametan. Selametan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh hari keluarga yang ditinggal mati, yang disebut Tahlilan. Selanjutnya selametan hari keseratus dari tanggal kematian yang disebut Selametan Nyatus, memperingati hari yang ke satu tahun disebut Mendak dan memperingati hari yang ke tiga tahun namanya Nyewu. Peringatan tanggal kegiatan dilakukan dengan menggunakan kalender atau tanggalan Jawa. Bersyukur kepada Tuhan karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Desa Sindangkerta juga masih berjalan, disebut Mitung Wulan ketika kandungan ibu menginjak usia tujuh bulan.
Kegiatan tradisi yang masih dilakukan oleh Masyarakat Desa Sindangkerta yang lainnya seperti Mapag sri. Kegiatan Mapag Sri biasanya dilakukan pada saat menjelang masa panen tiba. Sebagai wujud ucapan syukur masyarakat terutama para petani atas berkah yang diterimanya, biasanya kegiatan Mapag Sri dilakukan dengan menyelenggarakan nanggap wayang. Dan biasanya lakon yang mainkan oleh Ki Dalang dalam acara tersebut adalah cerita Dewi Sri. Selanjutnya, ada tradisi yang terbilang cukup popular dan masyarakat sangat antusias memperingatinya, yaitu kegiatan unjung-unjungan. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan bersama yang dilakukan untuk menghormati para leluhur yang telah berjasa dalam merintis tumbuh dan berkembangnya Desa. Pada acara tersebut masyarakat membuat nasi tumpeng yang kemudian dikumpulkan di pusat kegiatan, yaitu di Pemakaman desa Sindangkerta Rt. 02. Dalam kegiatan unjung-unjungan ini biasanya juga diselenggarakan tontonan rakyat semisal wayang purwa, sandiwara atau bahkan organ tunggal. Masyarakat Desa Sindangkerta tumplek bleg dalam kegiatan ini, sebab warga masyarakat yang sedang merantau di daerah lain pun ikut pulang untuk merayakan acara sakral ini.
Kebudayaan tradisional tersebut merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan asset untuk menarik pengusaha-pengusaha bermodal besar untuk menanamkan modal usaha di wilayah Desa Sindangkerta dalam rangka pengembangan pariwisata budaya.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan pemerintahan desa dengan pelestarian secara berkelanjutan adalah pembinaan di berbagai kelompok kesenian, juga pembinaan pelaku seni sendiri. Banyak budaya yang terdapat di Desa Sindangkerta yang dulu sempat ada sekarang sudah tenggelam, dan ini perlu dikembalikan pada beberapa tahun mendatang, agar anak cucu akan teringat kembali akan semua peninggalan budaya masa lalu.
Pembinaan dan pelestarian budaya agar dapat dirawat dan dijaga agar budaya dan kelompok kesenian dapat eksis kembali, diantara kelompok kesenian/budaya yang masih eksis di Desa Sindangkerta sebagai berikut :
Tabel Kelompok Kesenian/Jenis Budaya Desa Sindangkerta
|
No. |
Kelompok Kesenian/Jenis Budaya |
Jml |
Status |
Ket |
|
A. |
Kelompok Kesenian |
2 |
|
|
|
|
1. Organ Tunggal |
2 |
Aktif |
|
|
|
2. Band
|
1 |
Aktif |
|
|
B. |
Jenis Budaya |
|
|
|
|
|
1. Mapag Sri |
-
|
Rutin |
Dilakukan pemdes setiap tahun men-jelang panen peng-hujan/rendeng |
|
|
2. Sedekah Bumi |
- |
Rutin |
Rutin dilakukan setiap tahun oleh lembaga adat beserta masyarakat |
|
|
3. Baritan |
- |
Rutin |
Rutin dilakukan setiap tahun oleh lembaga adat beserta masyarakat |
|
|
4. Hajatan Masyarakat |
- |
Rutin |
Setiap warga berhak merencanakan hajatan khitanan, atau merasul anak, pesta perikahan dll |
2.2 Kondisi Pemerintahan Desa
Sebagaimana kita ketahui, bahwa suatu kegiatan yang dilaksanakan akan dapat berhasil dengan baik untuk tujuan apabila didukung oleh suatu organisasi yang kuat dalam menunjang kegiatan tersebut. Dalam kegiatan penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang susunan organisasi diatur dalam Perda Indramayu No 8 tahun 2006 tentang Pemerintah Desa. Perlu disiapkan dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin agar sasaran dan tujuan yang dicapai oleh organisasi pemerintah Desa Sindangkerta dapat berhasil dengan baik.
Keberhasialn suatu kegiatan dalam organisasi tidak hanya di tentukan oleh suatu susunan organisasi yang lengkap, tetapi yang paling penting adalah tenaga-tenaga atau personil yang menduduki susunan organisasi tersebut sampai mitra kerja antara yng satu dengan yang lainnya dapat atau tidak dapatnya berfungsi sesuai kedudukan dan tugas masing-masing.
2.2.1 Pembagian Wilayah Desa
Berdasarkan letak kewilayahan, Desa Sindangkerta dibagi dua Dusun. Dusun adalah sebagai bagian dari satuan wilayah pemerintahan yang mempunyai fungsi cukup berarti terhadap pelayanan dan kepentingan masyarakat wilayah tersebut. Terutama hubungannya dengan pemerintahan pada level diatasnya.
Adapun 2 dusun dan cakupan wilayah masing-masing dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel Nama Dusun dan Wilayah Kerja
|
No. |
Nama Dusun |
Wilayah |
|
1. |
Dusun I |
Meliputi Wilayah : RT 01, 02, 03, 04 dan 05 |
|
2. |
Dusun II |
Meliputi Wilayah : RT 01, 02, 03, 04 dan 05 |
- Struktur Organisasi Pemerintah Desa
Organisasi dan Tata Kerja mengacu kepada Perda no. 13 tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Pemerintahan Desa.
|
KADUS I YULIYANTO |
|
KADUS II DARTOMY |
|
KADUS III CASNITI |
|
BPD DEDE SUPRIHENDI |
|
KAUR TU DWI AHMAD FAUJI |
|
KUWU WARSAN |
|
KAUR KEUANGAN EDI SUPRIYADI |
|
SEKRETARIS DESA HENDRA ARIEYA P. |
|
KASI KESEJAHTERAAN MOHAMAD HILDAN SYIDIQ |
|
KASI PEMERINTAHAN DIAN FIRMANSYAH SETIAWAN |
|
KASI PELAYANAN SAEFUL |
|
KAUR PERENCANAAN TARUDIN |
- Struktur Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
- Ketua : DEDE SUPRIHENDI
- Wakil Ketua : KHAERUMAN
- Sekertaris : HADI PRIBADI,S.Pd
- Anggota : EDI KUSANADI,S.Si
- Anggota : WASDIRAH
- Struktur Pemerintah Desa
Perangkat Desa Sindangkerta :
- Kuwu : WARSAN
- Sekertaris Desa : HENDRA ARIEYA PERMANA
- Kaur Keuangan : EDI SUPRIYADI
- Kaur Tata Usaha (TU) : DWI AHMAD FAUJI
- Kaur Perencanaan : TARUDIN
- Kasi Pemerintahan : DIAN FIRMANSYAH SETIAWAN
- Kasi Kesejahteraan : MOHAMAD HILDAN SYIDIQ
- Kasi Pelayanan : KARNATA
- Kadus 1 : YULIYANTO
- Kadus 2 : SUTINIH
- Kadus 3 : CASNITI
- Struktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)
- Ketua : WARSIM
- Wakil Ketua : SAEPUDIN
- Sekertaris : SUTRISNO
- Wakil Sekretaris : - DEPI
: - RANGGA NAGA P.
- Bendahara : RUSNADI
- Wakil Bendahara : WARDI
- Bidang Perencanaan Pembangunan Desa : - TARJUKI
- Bidang Pelaksanaan dan Monitoring Pemb.Desa : - CARMIN
- Bidang Pembinaan Kemasyarakatan : - ABDULLOH
- Bidang Pemberdayaan masyarakat : - CASMADI
- Bidang Komunikasi, Informasi dan Teknologi : - DUDUNG
- Bidang Peraturan, Hukum dan HAM : - SUJONO
- Aparatur Pemerintahan
Berbagai macam pelayanan kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh pemerintahan Desa Sindangkerta secara maksimal diantaranya yaitu: pelayanan yang berhubungan dengan surat kepemilikan asset warga, pelayanan di bidang administrasi pendataan pengenal penduduk, pelayanan surat menyurat dll. Jumlah pegawai dilingkungan pemerintahan Desa Sindangkerta pada tahun 2015 sebanyak 20 orang, untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari data dibawah ini;
Tabel Aparatur Pemerintahan Desa
|
No. |
Jenis Layanan |
Jumlah |
Ket |
|
1 |
Kepala Desa/Kuwu |
1 |
|
|
2 |
Sekretaris Desa |
1 |
|
|
3 |
Kepala Urusan (Kaur) |
3 |
|
|
4 |
Kepala Seksi |
3 |
|
|
5 |
Kadus/Bekel |
3 |
|
|
6 |
Hansip |
1 |
|
|
7 |
BPD |
5 |
|
|
8 |
Ketua RW |
2 |
|
|
9 |
Ketua RT |
10 |
|
Table Lembaga Kemasyarakatan Desa
|
No |
Nama Lembaga |
Ketua |
Jumlah |
Ket |
|
1 |
BPD |
DEDE SUPRIHENDI |
5 |
|
|
2 |
LPM |
WARSIM |
13 |
|
|
3 |
PKK |
AAS |
5 |
|
|
4 |
Karang Taruna |
DARTOMY |
7 |
|
|
5 |
Gapoktan : - Sri Rejeki |
ABDULLAH |
25 |
|
|
6 |
DKM |
SYAHRUDIN |
5 |
|
2.2.3. Pertanahan
- Status tanah Kas Desa :
- Tanah Bengkok : 20,1 Ha
- Tanah Titisara : - Ha
- Tanah Pangonan : - Ha
- Tanah Desa : 1 Ha
- Peruntukan :
- Jalan : 3 Km
- Sawah : 154 Ha
- Ladang : 1 Ha
- Empang / Tambak : - Ha
- Pemukiman dan Pekarangan : 19,316 Ha
- Jalur Hijau : - Ha
- Pekuburan : 0,33 Ha
- Jumlah : 173,316 Ha
- Sarana Transportasi Darat
Jalan Desa
- Panjang jalan aspal : 1 Km
- Panjang jalan sirtu : 150 m
- Panjang jalan tanah : 1115 m
Jembatan Desa
- Jembatan Beton : 4 Unit
- Jembatan Besi : - Unit
- Jembatan Kayu : 1 Unit
- Sarana Transportasi Darat
- Dilalui Bus Umum : Ya
- Dilalui Truck Umum : Ya
- Dilalui Ojeg Motor : Ya
- Dilalui Delman : Ya
- Dilalui Becak : Ya
- Dilalui Kereta Api : Tidak
- Prasarana Irigasi
- Panjang Saluran Primer : 1000 m
- Panjang Saluran Sekunder : 1000 m
- Panjang Saluran Tersier : 4200 m
- Jumlah Pintu Sadap : 3 Unit
- Jumlah Pintu Pembagi Air : 3 Unit
- Sarana Pendidikan
- Gedung BKB Kemas : 1 Bangunan
- Gedung MDA : 1 Bangunan
- Gedung SDN : 2 Bangunan
- Gedung SMK swasta : 1 Bangunan
- Sarana Peribadatan
- Gedung Masjid : 1 Bangunan
- Gedung Mushola/Langgar/Tajug : 10 Bangunan
- Sarana Kesehatan
- Pos KB Desa : 10 Buah
- Posyandu : 3 Buah
- Sumur Pompa Tangan : 9 Buah
- Jamban Keluarga : 6 Buah
- Sarana Keamanan
- Pos Siskamling : 10 Buah
- Kelompok Ronda : 10
- Sarana Ekonomi
- Toko : 12 Buah
- Warung : 25 Buah
- Heuler : 3 Buah
- Sarana Angkutan dan Komunikasi
- Truck : 3 Unit
- Mobil UP / Minibus / Sedan : 19 Unit
- Motor : 210 Unit
- Sepeda : 20 Unit
- Becak : 10 Unit
- TV Berwarna : 412 Unit
- Parabola : 7 Unit
- Radio : 25 Unit
2.2.4. Sosial Budaya
- Kesehatan
Tenaga kesehatan yang terdapat di Desa Sindangkerta terdiri dari 4 orang bidan Desa, 5 tenaga medis melalui praktek kesehatan, dan partisipasi dari ibu-ibu PKK dengan kegiatan Posyandu.
Tabel Tenaga Kesehatan Desa Sindangkerta
|
No |
Tenaga |
Kesehatan |
Jumlah |
Ket |
|
1 |
Medis |
Bidan Desa |
4 |
Orang |
|
|
|
Praktek Kesehatan |
5 |
Orang |
|
2 |
Tenaga Terlatih |
Dukun Bayi |
1 |
Orang |
|
|
|
Tukang Pijat |
7 |
Orang |
|
3 |
Partisipasi Masyarakat |
Kader Posyandu |
15 |
Orang |
|
|
|
Desa Siaga |
12 |
Orang |
|
|
Jumlah |
|
|
Orang |
- Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sehingga pendidikan adalah sebuah investasi (modal) dimasa yang akan datang, untuk pembangunan Desa.
Tabel Pendidikan/ Formal dan Non Formal yang terdapat di Desa Sindangkerta
|
No |
Nama Sekolah |
Jenjang |
Jml Lokal |
Lokasi |
Status |
|
1 |
BKB Kemas Flamboyan |
PAUD |
1 |
RT 03 |
Swasta |
|
2 |
SDN Sindangkerta 1 |
SD |
6 |
RW 02 |
Negeri |
|
3 |
SDN Sindangkerta 2 |
SD |
4 |
RW 01 |
Negeri |
|
4 |
SMK Telematika Indramayu |
SMK |
1 |
RT 04/01 |
Swasta |
- Keadaan Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi yang menjadi tulang pungung ekonomi masyarakat Desa Sindangkerta adalah sektor pertanian. Pada sektor ini semua lapisan masyarakat mempergunakan lahan yang ada dengan berbagai macam tanaman pertanian, baik dilahan persawahan maupun lahan perkebunan. Sebagaian besar lahan pertanian yang ada termasuk kategori lahan produktif, hampir 90% lahan pertanian di Desa Sindangkerta bisa ditanami tanaman padi sebanyak 2 kali musim tanam, setelah musim tanam padi selesai bisa dipergunakan dengan tanaman palawija seperti : Bonteng, Jagung, Cabe, Kacang panjang, Kacang Ijo, Kacang Tanah dll. Disamping itu sebagian masyarakat menjadikan perdagangan sebagai sumber mata pencaharian, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Penanganan keirigasian/pengairan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para petani penggarap tanaman padi, petani penggarap tanaman palawija maupun untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi pengairan di Desa Sindangkerta pada saat ini sangat memprihatinkan mengingat tingkat kerusakan akibat dari terjadinya pendangkalan (sedimentasi) saluran air. Hal ini diperparah oleh keterbatasan jumlah saluran pengambilan air dari hulu sungai dan dalam skala kecil (solokan).
Dari kondisi diatas pemerintahan desa Sindangkerta merasa perlu melakukan terobosan dalam upaya pelestarian saluran irigasi, dan berusaha menampung air sebanyak-banyaknya dengan cara membuat bendungan-bendungan dari sungai pembuang untuk persiapan saat musim kemarau, disamping itu petani sangat memerlukan penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk lebih meningkatkan lagi hasil produksi pertanian dan mengolah limbah pertanian dengan produksi lainnya. Hal ini merupakan program unggulan yang menjadi prioritas utama program pembangunan desa pada periode kepemimpinan sekarang ini.
Namun upaya ini menjadi terhambat karena kurang perhatian yang optimal dari pemerintahan daerah maupun pemerintahan pusat untuk menanggulangi masalah kerusakan jaringan saluran irigasi, padahal sebagaimana diketahui 90% penduduk Sindangkerta bermata pencaharian sebagai petani.
Sejak tahun 1986 penduduk Desa Sindangkerta menjadikan listrik sebagai sumber penerangan utama. Sudah 100% pemukiman warga sudah tersambung jaringan listrik, hanya saja masih terdapat beberapa perumahan warga desa belum tersambung instalasi listrik sendiri, karena satu kendala yakni faktor ekonomi. Mereka umumnya mengambil aliran listrik ke tetangga terdekatnya.
Letak desa Sindangkerta yang dibatasi oleh Jalur Pantura hanya terletak pada sebagian areal pertanian, sedangkan pemukiman penduduknya berada di dalam pedesaan. Sehingga untuk menuju pemukiman penduduk desa Sindangkerta harus melewati desa tetangga yaitu desa Pamayahan atau Rambatan Kulon.
Penggunaan jaringan komunikasi di Desa Sindangkerta khususnya sambungan telepon sudah lama tersedia, bahkan rata-rata warga Sindangkerta sudah menggunakan handphone untuk mempermudah berkomunikasi dengan sesama warga hal ini ditujang dengan banyaknya menara-menara jaringan sambungan seluler.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin