Normalisasi Saluran Irigasi Sukses Dilaksanakan Melalui Skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD) di Desa Sindangkerta, Dana Desa Earmark TA 2025 Berdayakan Masyarakat Lokal
[Senin, 15-12-2025] – Pemerintah Desa Sindangkerta, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, telah merampungkan program Normalisasi Saluran Irigasi Persawahan melalui skema Padat Karya Tunai Desa (PKTD). Kegiatan ini merupakan bagian dari prioritas penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 yang bersifat earmark (yang sudah di tentukan penggunaannya), bertujuan ganda untuk meningkatkan infrastruktur pertanian sekaligus membuka lapangan kerja sementara bagi warga setempat.
Latar Belakang dan Tujuan Kegiatan
Normalisasi saluran irigasi ini dilaksanakan mengingat kondisi saluran air di Blok Langkahan,Kramat Bagja,Jimol,Risok, yang mengalami pendangkalan/penyempitan akibat sedimentasi dan material longsor. Kondisi ini menghambat aliran air ke areal persawahan produktif milik warga, yang berdampak langsung pada produktivitas pertanian desa.
Program PKTD dipilih sebagai metode pelaksanaan untuk memastikan bahwa manfaat dana desa dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama bagi warga miskin dan marginal di desa. "Tujuan utama kegiatan PKTD ini adalah untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberikan tambahan penghasilan, sekaligus memastikan infrastruktur vital pertanian kita berfungsi optimal," ujar Tarudin Kaur Perencanaan Desa, dalam keterangannya.
Pelaksanaan dan Anggaran
Kegiatan normalisasi ini mencakup Panjang saluran, P.600 Meter saluran irigasi dengan volume pekerjaan P. 600 Meter x T.0.7 Meter L.0.3 Meter. Total anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan ini bersumber dari Dana Desa (Earmark) TA 2025 sebesar Rp 11.500.000,- [Sebelas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah].
Pekerjaan fisik dilaksanakan sepenuhnya dengan melibatkan tenaga kerja lokal, dengan sistem upah harian yang dibayarkan secara tunai kepada para pekerja. Hal ini sejalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Manfaat dan Dampak
Dengan selesainya normalisasi ini, aliran air ke persawahan menjadi lancar kembali, yang disambut gembira oleh para petani. Diharapkan, peningkatan kualitas jaringan irigasi ini dapat meningkatkan indeks pertanaman dan hasil panen di masa mendatang, yang secara langsung berkontribusi pada ketahanan pangan desa.
Selain manfaat infrastruktur, program ini juga berhasil menyerap 50 tenaga kerja dari warga desa selama kurang lebih 4 Hari masa pengerjaan, memberikan dampak ekonomi langsung di tingkat lokal.
Pemerintah desa berkomitmen untuk terus menjalankan program pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya lokal, sesuai dengan Peraturan Menteri Desa No. 2 Tahun 2024 tentang Petunjuk Operasional atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
By. Admin
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin